Sabtu, 24 Januari 2009

[Untuk Seorang Sahabat]


Mungkin waktu kan terus berlalu, membawa buih-buih pergi menjauh. Dan manusia hanyalah butir pasir berserak di hamparan zaman, yang mengikuti kemana angin takdir berhembus. Dan mungkin waktu melapukkan batu, membuat besi menjadi karat; Mengubah dunia menjadi tidak seperti yang kita kira dan angankan. Walau sungguh pun waktu berkuasa, persahabatan sejati takkan mudah pudar olehnya.

Akan kenangan saat mimpi-mimpi bersemi semerbak, dan akan kenangan saat mimpi-mimpi terhempas berkeping di jalan berlubang kehidupan -- dan kau ada di sana sebagai sahabat yang memahami segala keluh kesah. Atas kebaikan yang mungkin tidak kau sadari, oleh sekedar canda yang membuat hidup ini lebih memiliki arti; menjauhkan rasa nyeri sedari.

Dan sahabat, jika apa yang kita miliki memang persahabatan yang tulus, maka ada tali silaturahmi yang mesti kita jaga. Walau jarak merenggangkan ikatan, dan harapan-harapan membawa kita berlayar ke negeri-negeri asing; ketahuilah bahwa ada seorang sahabat yang akan membantumu jika engkau membutuhkannya.

Kado ini tak lebih berharga ketimbang kebaikanmu selama ini. Hanya sekeping tanda mata agar kau tak lupa, bahwa ada – ada bahagia untuk menjadi seorang saudara.

Kaulah Hidup dan Matiku


Kaulah Darahku Juga Nadiku

Kaulah Nafasku Juga Jantungku

Engkaulah Hatiku Dan Juga Jiwaku


Aku Mau Hidup Denganmu

Aku Mau Matipun Karenamu

Aku Mau Disisa Waktuku Bersamamu

Kaulah Senyumku Juga Tawaku

Kaulah Damaiku Juga Bahagiaku

Engkaulah Teduhku Tempatku Bernaung

Kau Yang Slalu Setia Menemaniku

Meresapkan Harumnya Cinta Dihatiku

Kau Yang Menyayangiku Setulusnya

Aku Mau Hidup Denganmu

Aku Mau Hidup Denganmu

Aku Mau Matipun Karenamu

Aku Mau Disisa Waktuku Bersamamu

Hanya Bersamamu

Aku Mau Hidup Denganmu

Aku Mau Matipun Karenamu

Aku Mau Disisa Waktuku Bersamamu

Hanya Bersamamu

Aku Mau Hidup Denganmu

Aku Mau ..

Aku Mau Matipun Karenamu

Aku Mau ..

Kaulah Hidupku Dan Juga Matiku

Cinta Dalam Hati


mungkin ini memang jalan takdirku
mengagumi tanpa di cintai
tak mengapa bagiku asal kau pun bahagia
dengan hidupmu, dengan hidupmu

telah lama kupendam perasaan itu
menunggu hatimu menyambut diriku
tak mengapa bagiku cintaimu pun adalah
bahagia untukku, bahagia untukku

ku ingin kau tahu diriku di sini menanti dirimu
meski ku tunggu hingga ujung waktuku
dan berharap rasa ini kan abadi untuk selamanya
dan ijinkan aku memeluk dirimu kali ini saja
tuk ucapkan selamat tinggal untuk selamanya
dan biarkan rasa ini bahagia untuk sekejab saja


Glitter Words